Resensi Film Valentine: Berpotensi Tapi Tak Digarap Dengan Baik

| Oleh: Kylo | 23 Nov 2017 - 9:55 PM
527
0
resensi film superhero valentine

Asik, disaat film-film superhero Hollywood merajai bioskop, ternyata ada film superhero dalam negeri berjudul Valentine yang dirilis. Diadaptasi dari komik terbitan Skylar Comics, film Valentine mengisahkan tentang Srimaya (diperankan Estelle Linden) yang beralih profesi dari seorang pelayan menjadi superhero pelindung kota fiktif, Batavia City.

Srimaya yang bercita-cita menjadi artis, direkrut oleh Bono (diperankan Matthew Settle) seorang sutradara yang memiliki ide membuat film superhero wanita bernama Valentine. Karena idenya selalu ditolak oleh produser film, bersama rekannya Wawan (diperankan Arie Dagienkz), Bono berniat  membuat dummy film sang superhero yang sedang membasmi kejahatan dan direkam secara candid. Srimaya yang cantik dan jago silat terpilih untuk memerankan tokoh Valentine itu.

ulasan film superhero valentine

Awalnya Valentine hanya membasmi kejahatan kecil, melumpuhkan perampok dan maling di Batavia City sebagai sample kepada produser agar naskah yang dimiliki Bono dapat diangkat ke layar lebar. Namun ketika ancaman sesungguhnya muncul lewat kelompok teroris pimpinan sosok misterius bernama Shadow (diperankan Ahmad Affandy), Srimaya yang tadinya menjadi Valentine untuk menjadi seorang artis mulai menerima takdirnya untuk menjadi superhero Batavia City.

Film Valentine ini mengingatkan Kupaman akan film Batman Begins dan Kick-Ass. Alurnya cukup bagus dan enggak keburu-buru. Kita diperlihatkan perkembangan karakter dari Srimaya dari pelayan sampai bertransformasi menjadi sosok vigilante pembasmi kriminal kelas teri hingga berhadapan dengan penjahat kelas kakap, yaitu kelompoknya Shadow.

Berbekal latar belakang bahwa Srimaya telah berlatih ilmu beladiri silat yang telah dikuasainya dari kecil, film Valentine berhasil menampilkan adegan-adegan aksi yang cukup seru. Sayangnya walau berpotensi menjadi film superhero lokal yang keren, Valentine digarap kurang baik. Mulai dari pengambilan gambar, efek visual, sampai bagian akting, sehingga film yang disutradarai Agus Pestol ini terkesan berantakan.

review film superhero valentine

Untuk kostumnya juga sangat disayangkan. Kostum terakhir dari Valentine dan sang tokoh antagonis utama Shadow berasa seperti cosplay. Menurut Kupaman, nilai plus dari film ini hanya alur cerita dan twist-nya yang menarik. Andai digarap secara total, mungkin film Valentine bisa menjadi angin segar di dunia perfilman Tanah Air yang sudah lama tak menghadirkan ]genre superhero. Film superhero yang serius ya, bukan yang komedi!

Valentine merupakan film superhero pertama dari Skylar Pictures yang jika melihat post-credit scenenya maka akan dilanjutkan oleh film Volt. Yup, film ini punya post-credit scene juga seperti Thor: Ragnarok dan Justice League, loh!

Score: 2/5

Simak juga Film Superhero Valentine Punya Dua Post-Credit Scene. Ini Dia Penjelasannya.

.