Resensi Film Spider-Man: Homecoming: Sensasional!

| Oleh: Kylo | 05 Jul 2017 - 12:35 PM
770
0
resensi film spiderman homecoming

Spider-Man: Homecoming melanjutkan kehidupan Peter Parker (diperankan oleh Tom Holland) sekitar dua bulan setelah dia membantu idolanya, Tony Stark (diperankan Robert Downey Jr.), bertarung melawan Captain America dan rekan-rekan Avengersnya yang menolak perjanjian Sokovia Accords di film Captain America: Civil War.

Film Spider-Man: Homecoming arahan sutradara Jon Watts ini, enggak ada hubungannya dengan kelima film layar lebar pendahulunya yang dahulu dibintangi oleh Tobey Maguire dan Andrew Garfield. Bahkan, film berdurasi dua jam lebih ini nuansanya berbeda banget . Entah itu dengan film superhero Marvel Studios, DC Comics atau yang lainnya. Film solo Spider-Man terbaru ini justru porsi drama remajanya kental banget.

Penonton banyak disuguhkan kehidupan sehari-hari Peter Parker. Baik ketika dia sedang bersama sobatnya Ned (diperankan Jacob Batalon) serta kawan-kawan sekolahnya yang lain, atau ketika sedang bersama Bibi May (diperankan Marisa Tomei). Makanya Spider-Man: Homecoming terasa kayak film-film SMA atau remaja, yang penuh dengan kejadian-kejadian kocak dan menyenangkan. Tapi di sana-sini  tetap dibumbui  aksi-aksi heroik dari Spider-Man yang mencoba membuktikan dirinya bahwa dia pantas untuk dimasukkan ke dalam kelompok superhero, Avengers.

review film spiderman homecoming

Jangan takut beda dengan di trailernya, Spider-Man: Homecoming memang adalah filmnya Spider-Man. Sang Mentor, Tony Stark alias Iron Man, hanya tampil dalam porsi yang sangat minim. Namun, setiap kehadirannya selalu memberikan makna. Hubungan antara Tony Stark dengan Peter Parker juga cukup menarik. Tony yang enggak ingin seperti ayahnya ingin agar anak didiknya itu menjadi hero yang mandiri dan dapat dipercaya. Sedangkan di sisi Peter, dia mengganggap Tony terlalu membatasi gerak-geriknya dan tak percaya seratus persen terhadap dirinya.

Ada banyak tokoh antagonis di Spider-Man: Homecoming. Namun jelas yang paling menonjol adalah sang tokoh penjahat utama, Vulture (diperankan Michael Keaton). Sosok Vulture yang bernama asli Adrian Toomes itu, sama dengan karakter Tony Stark. Porsi penampilannya di film cukup minim, namun setiap ia muncul selalu memberikan kesan tersendiri yang enggak mudah terlupakan.

Baik ketika berkostum ataupun tidak, karakter Vulture ini dimainkan dengan brilian oleh bintang Hollywood yang dahulu sempat dua kali memerankan tokoh Batman itu. Karakter Vulture merupakan salah satu tokoh jahat favorit dari Kupaman, setelah Doc Oc di film Spider-Man 2. Berbeda dengan tokoh-tokoh jahat lainnya di film-film Spider-Man ataupun tokoh-tokoh jahat lain di MCU, sosok Vulture merupakan manusia biasa karena situasi dan kondisi sulit, yang kemungkinan banyak dialami oleh kita sehari-hari, hingga akhirnya membuat dia berpaling dari seorang pekerja menjadi seorang penjahat.

ulasan film spiderman homecoming

Yang paling menarik dari film Spider-Man: Homecoming menurut Kupaman bukan karena aksi-aksi spektakuler dan amazing yang dilakukan oleh superhero remaja itu untuk membuktikan dirinya pantas sebagai seorang superhero. Namun kisahnya berhasil menampilkan dengan sangat baik porsi kehidupan sehari-hari Peter Parker yang jauh lebih banyak. Dimana bocah berusia 15 tahun dari Queens, NY Amerika Serikat itu berusaha untuk mati-matian menyeimbangkan kehidupan sekolah dan cintanya, berikut cita-citanya untuk menjadi seorang Avengers.

Spider-Man: Homecoming adalah sebuah film Spider-Man “Year One” yang menarik, menghibur dan sangat manusiawi. Sensasional adalah kata yang sangat cocok dan pas untuk film MCU yang satu ini. Anak muda banget deh, pastinya cocok untuk para pembaca Kupaman, hehehe!

Oh ya, seperti biasa film MCU ini juga memiliki post-credit scene. Ada dua buah, loh! Jadi jangan beranjak kemana-mana dari kursi sampai layarnya hitam, ya.

Score: 4/5

Jangan lewatkan Post Credit Scene Spider-Man: Homecoming Gabungkan Scene Serius dan Komedi.