Resensi Film Blade Runner 2049: Film Fiksi Ilmiah Dengan Paket Komplit

| Oleh: Kylo | 07 Oct 2017 - 9:09 PM
366
0
resensi film blade runner 2049

Blade Runner 2049 karya sutradara Denis Villeneuve merupakan sekuel dari film fiksi ilmiah berjudul sama arahan sutradara legendaris Ridley Scott. Film Blade Runner original merupakan adaptasi dari novel Philip K. Dick yang berjudul Do Androids Dream of Electric Sheep?

Lebih dari 30 tahun lalu, film Blade Runner (1982) yang kini telah menjadi cult movie itu menampilkan kisah yang menceritakan dunia masa depan dimana umat manusia telah berhasil membuat manusia buatan yang disebut Replicant. Di novelnya disebut sebagai Android tapi untuk versi layar lebarnya, istilah tersebut diganti.

Karena merupakan produk yang dibuat, walau tampilan luar Replicant serupa manusia normal tapi memiliki beberapa ciri khas yang tidak dipunyai oleh sang penciptanya. Seperti kekuatan, ketahanan tubuh, kecepatan dan lain-lainnya. Ketika para Replicant karena suatu insiden kemudian dianggap ilegal, seorang Polisi khusus yang disebut sebagai Blade Runner akan mencari para manusia buatan tersebut untuk “diistirahatkan.”

review film blade runner 2049

Nah, seting waktu dari Blade Runner 2049 berlangsung tiga dekade kemudian setelah film pertamanya. Konsep yang dihadirkan oleh sutradaranya masih senafas dengan film originalnya yaitu mengenai pertanyaan yang hingga saat ini masih menimbulkan pro dan kontra yaitu “Apa yang mendefinisikan seseorang bisa disebut sebagai manusia?”

Tokoh utama dari Blade Runner 2049 adalah agen K (Ryan Gosling) dari LAPD yang ditugaskan untuk "mengistirahatkan" beberapa Replicant tipe lama (berasal dari film sebelumnya) yang masih tersisa. Tak lama, ia mulai menemui berbagai keanehan demi keanehan menyangkut mengenai masa lalu para Replicant tipe lama dan mengenai dirinya sendiri. Dari awal hingga akhir, film bergaya detektif ini akan menguak rahasia demi rahasia masa lalu yang akan berhubungan erat dengan peristiwa yang diramalkan akan terjadi di masa depan.

Film berdurasi tiga jam ini tak hanya menampilkan cerita yang sangat kompleks dan berbobot namun untungnya, disajikan dengan tampilan visual yang sangat memikat oleh sinematografer Roger A. Deakins.

ulasan film blade runner 2049

Untuk menikmati film Blade Runner 2049 secara utuh, sebaiknya terlebih dahulu menyaksikan film Blade Runner original. Tapi, jika enggak sempat, di awal film ini ada penjelasan singkat mengenai dunia dari Blade Runner, kok!

Menonton Blade Runner 2049 membuat Kupaman banyak berkhayal mengenai masa depan terutama seputar teknologi-teknologi canggih di film ini. Banyak hal yang sepertinya terlihat sepele namun di film tersebut dibuat dengan sangat mendetail. Karena hal itu dunia masa mendatang yang ditampilkan di film yang juga menampilkan kembali aktor gaek Harrison Ford sebagai Rick Deckard itu menjadi lebih hidup, terasa nyata, dan masuk akal.

Sebagai sekuel, Blade Runner 2049 tidak mengecewakan. Bahkan jika tidak berlebihan. film yang diproduseri Andrew A. Kosove itu bisa dibilang sebuah masterpiece yang akan menjadi bahan referensi para pembuat film generasi selanjutnya.

Score: 4,5 /5

 

.