Peringati Hari Badak Sedunia 2017, Tim Badak Ajak Masyarakat Indonesia Berlari Untuk Badak

| Oleh: Kylo | 23 Sep 2017 - 8:22 PM
58
0
hari badak sedunia

Lewat Seminar: Badak Sumatera dan Kisahnya, Kenapa Kita Harus Peduli?, pada Jumat 22 September 2017 di Pacific Place Mall Jakarta terungkap bahwa, pada saat ini jumlah Badak Sumatera yang terdapat di seluruh dunia, hanya tersisa tidak lebih 100 ekor saja.

Di acara yang dihadiri Bapak Sectionov (Liaison The International Rhino Foundation), Dokter Ni Made Ferawati (Dokter Hewan di Sumatran Rhino Sanctuary Way Kambas), Bapak Nunu Nugraha (KSDAE), dan Iqbal Hariadi (Director of Crowdfunding kitabisa.com) sebagai pembicara itu, mencoba meningkatkan kesadaran dan kepedulian mengenai badak, khususnya badak Sumatera.

hari badak sedunia tim badak

Kok spesifik badak Sumatera saja? “Hal ini karena spesies Badak Sumatera bercula dua merupakan spesies yang cukup spesial di mana mereka hanya dapat ditemui di Indonesia. Populasi Badak Sumatera di Malaysia dan Vietnam telah mengalami kepunahan. Hutan Indonesia adalah rumah asli terakhir para badak-badak unik ini yang tersebar di berbagai area terpisah seperti Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, Gunung Leuser, Way Kambas dan beberapa individu di Kalimantan,” jelas Ni Made Ferawati, Dokter Hewan Sumatran Rhino Sanctuary (SRS) Way Kambas.

Dalam rangka memperingati Hari Badak sedunia tahun ini, Tim Badak didukung oleh Konservasi dan Sumber Daya Alam dan Ekosistem mengadakan kegiatan lari bersama bertajuk “Berlari untuk Badak” di penyelenggaraan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) di Jakarta, besok Minggu, 24 September 2017 dan mengambil titik temu di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta.

tim badak ajak masyarakat berlari peringati hari badak sedunia

Tim Badak adalah sebuah kelompok yang terdiri atas enam organisasi konservasi dengan dasar ilmu pengetahuan yang berkolaborasi untuk menyelamatkan Badak Sumatera. Keenam organisasi tersebut adalah The International Rhino Foundation (IRF), Yayasan Badak Indonesia (YABI), the World Wide Fund for Nature - Indonesia (WWF), the Wildlife Conservation Society (WCS), Forum Konservasi Leuser (FKL), dan the Leuser International Foundation (LIF) yang diluncurkan pada Mei 2017 lalu di Jakarta.